Hak Anak

hak anak – Pada th. 1989, pemerintah di seluruh dunia menjanjikan hak yang serupa untuk seluruh anak bersama dengan mengadopsi Konvensi PBB untuk Hak-Hak Anak. Konvensi ini sesuaikan perihal apa saja yang mesti dilaksanakan negara sehingga tiap-tiap anak bisa tumbuh sesehat mungkin, bersekolah, dilindungi, didengar pendapatnya, dan diperlakukan bersama dengan adil.

Konvensi Hak Anak: Versi anak

Pasal 1

Anak adalah seluruh orang yang berusia di bawah 18 tahun, kecuali ditentukan lain oleh hukum suatu negara. Semua anak punyai seluruh hak yang disebutkan di dalam Konvensi ini.

Pasal 2

Hak-hak anak berlaku atas seluruh anak tanpa terkecuali. Anak mesti dilindungi dari segala style diskriminasi pada dirinya atau diskriminasi yang diakibatkan oleh kepercayaan atau tindakan orangtua atau bagian keluarganya yang lain.

Pasal 3

Semua tindakan dan ketentuan menyangkut seorang anak mesti dilaksanakan atas basic keperluan terbaik sang anak.

Pasal 4

Pemerintah bertanggung jawab menegaskan seluruh hak yang tercantum di dalam Konvensi dilindungi dan dipenuhi untuk tiap anak.

Pasal 5

Pemerintah mesti menolong keluarga merawat hak-hak anaknya dan sediakan wejangan sesuai tahapan usia sehingga tiap anak bisa belajar mengfungsikan haknya dan mewujudkan potensinya secara penuh.

Pasal 6

Semua anak berhak atas kehidupan. Pemerintah mesti menegaskan bahwa anak bisa bertahan hidup dan tumbuh bersama dengan sehat.

Pasal 7

Tiap anak berhak dicatatkan kelahirannya secara formal dan punyai kewarganegaraan.

Tiap anak juga berhak mengenal orangtuanya dan, sedapat mungkin, diasuh oleh mereka.

Pasal 8

Tiap anak berhak punyai identitas, nama, kewarganegaraan, dan ikatan keluarga, dan juga mendapatkan pemberian dari pemerintah andaikan tersedia bagian manapun dari identitasnya yang hilang.

Pasal 9

Tiap anak berhak tinggal bersama dengan orangtua mereka kecuali kecuali perihal itu justru merugikan sang anak—sebagai perumpamaan kecuali anak mendapatkan perlakuan tidak baik atau diabaikan oleh salah satu orangtua. Tiap anak berhak selalu terkait bersama dengan orangtuanya andaikan ia tinggal terpisah dari salah satu atau kedua orangtuanya.

Pasal 10

Jika anak tinggal di negara yang tidak sama dari negara area salah satu atau kedua orangtuanya tinggal, pemerintah dari negara-negara perihal mesti mengizinkan anak dan orangtuanya bebas bepergian sehingga mereka bisa berjumpa dan merawat hubungan.

Pasal 11

Tiap anak berhak dilindungi dari aksi penculikan, atau disita secara tidak sah, atau ditahan di negara asing oleh salah satu orangtua atau oleh orang lain.

Pasal 12

Tiap anak berhak menyampaikan pendapat dan didengar dan dipertimbangkan pendapatnya selagi pengambilan suatu ketentuan yang akan pengaruhi kehidupannya atau kehidupan anak lain.

Pasal 13

Tiap anak berhak menyampaikan pandangannya dan terima dan menyampaikan informasi. Hak ini bisa dibatasi kecuali pandangan itu merugikan atau menyinggung sang anak atau orang lain.

Pasal 14

Tiap anak berhak atas kemerdekaan berpikir, berkeyakinan, dan beragama, sepanjang perihal ini tidak membatasi hak orang lain. Hak orangtua untuk membimbing anak mereka perihal hal-hal ini mesti dihargai.

Pasal 15

Tiap anak berhak berjumpa anak lain, bergabung, atau membentuk kelompok sepanjang perihal ini tidak membatasi orang lain laksanakan haknya.

Pasal 16

Tiap anak berhak atas privasi dan mesti dilindungi dari pelanggaran privasi yang menyangkut keluarga, rumah, komunikasi, dan nama baik sang anak.

Pasal 17

Tiap anak berhak mengakses Info dan materi lainya dari begitu banyak ragam sumber. Informasi ini hendaklah berupa Info yang bermanfaat dan bisa dimengerti anak.

Pasal 18

Orangtua atau wali yang sah bersama-sama bertanggung jawab membesarkan anak, dan seluruh pihak ini mesti selalu perhitungkan keperluan terbaik anak. Pemerintah mesti menolong bersama dengan sediakan layanan untuk menolong orangtua dan wali, lebih-lebih kecuali mereka bekerja.

Pasal 19

Tiap anak berhak mendapat pengasuhan yang layak, dilindungi dari kekerasan, penganiayaan, dan pengabaian.

Pasal 20

Tiap anak yang tidak bisa diasuh oleh keluarganya sendiri berhak diasuh secara layak oleh orang-orang yang menghargai agama, budaya, bahasa, dan aspek-aspek lain dari kehidupan sang anak.

Pasal 21

Kepentingan terbaik anak mesti menjadi pertimbangan pertama kecuali seorang anak hendak diadopsi. Jika anak tidak bisa diasuh bersama dengan layak di negara tempatnya lahir, adopsi di negara lain bisa dipertimbangkan.

Pasal 22

Tiap anak yang singgah sebagai pengungsi ke suatu negara berhak mendapatkan pemberian dan pemberian spesifik dan juga seluruh hak yang serupa bersama dengan hak yang dimiliki anak-anak yang lahir di negara itu.

Pasal 23

Setiap anak bersama dengan disabilitas berhak atas pendidikan, pelatihan dan pemberian spesifik sehingga bisa meniti kehidupan secara penuh

Pasal 24

Tiap anak berhak mendapatkan standar kesegaran dan perawatan medis yang terbaik, air bersih, makanan bergizi, dan lingkungan tinggal yang bersih dan aman. Semua orang dewasa dan anak-anak mesti punyai akses pada Info kesehatan.

Pasal 25

Tiap anak yang berada di bawah tanggung jawab negara—dalam perihal pengasuhan, perlindungan, atau perawatan—berhak ditelaah kondisinya secara teratur.

Pasal 26

Tiap anak berhak mendapatkan pemberian sosial yang bisa membantunya bertumbuh-kembang dan hidup dalam situasi baik. Pemerintah mesti memberi tambahan uang tambahan kepada anak dan keluarga miskin dan yang membutuhkan.

Pasal 27

Anak berhak mendapatkan standar hidup yang memadai baik sehingga seluruh keperluan mereka terpenuhi. Pemerintah mesti menolong keluarga yang tidak bisa memenuhi perihal ini dan menegaskan bahwa orangtua dan wali memenuhi tanggung jawab keuangannya pada anak-anak mereka.

Pasal 28

Tiap anak berhak mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Pendidikan basic mesti tersedia gratis, pendidikan menengah bisa diakses, dan anak didorong menempuh pendidikan hingga ke tingkat tertinggi yang dimungkinkan. Disiplin yang diterapkan sekolah-sekolah haruslah selalu menghargai hak dan martabat anak.

Pasal 29

Pendidikan mesti menumbuhkan karakter, bakat, situasi mental, dan kekuatan fisik anak dan mengajarkan mereka pemahaman, perdamaian, dan kesetaraan gender dan persahabatan antarmanusia, bersama dengan selalu menghargai budaya sendiri dan orang lain. Pendidikan mesti mempersiapkan anak menjadi warga aktif di masyarakat bebas.

Pasal 30

Tiap anak berhak belajar dan mengfungsikan bahasa, tradisi istiadat, dan agama keluarga atau komunitasnya, lepas dari apakah bahasa, tradisi istiadat, dan agama itu dipraktikkan oleh masyarakat mayoritas di negara tempatnya tinggal.

Pasal 31

Tiap anak berhak beristirahat dan bermain, dan ikuti bermacam kesibukan budaya dan kesenian.

Pasal 32

Tiap anak berhak dilindungi dari kerja-kerja yang merugikan kesegaran atau perkembangan mereka. Anak yang bekerja berhak atas lingkungan yang safe dan upah yang adil.

Pasal 33

Tiap anak berhak dilindungi dari konsumsi, produksi, atau peredaran obat-obatan berbahaya.

Pasal 34

Tiap anak berhak dilindungi dari eksploitasi dan penganiayaan seksual, juga prostitusi dan keterlibatan dalam pornografi.

Pasal 35

Tiap anak berhak dilindungi dari aksi penculikan, dijual, atau disita untuk dibawa ke negara lain bersama dengan obyek dieksploitasi.

Pasal 36

Tiap anak berhak dilindungi dari eksploitasi dalam wujud apa-pun yang merugikannya.

Pasal 37

Tiap anak yang melanggar hukum, atau dituduh melanggar hukum, tidak boleh diperlakukan bersama dengan kejam atau bersama dengan tindakan yang bisa melukai. Anak tidak boleh ditempatkan di tahanan yang serupa bersama dengan orang dewasa, anak mesti selalu bisa menghubungi keluarganya, dan anak tidak boleh diberikan hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Pasal 38

Anak manapun yang berusia di bawah 15 th. tidak boleh diwajibkan bergabung bersama dengan pasukan bersenjata atau turut dalam konflik bersenjata. Anak di zona perang mesti terima pemberian khusus.

Pasal 39

Tiap anak yang dilukai, diabaikan, atau dianiaya atau menjadi korban eksploitasi, konflik bersenjata, atau dipenjarakan berhak mendapat perawatan spesifik untuk memulihkan situasi mereka.

Pasal 40

Tiap anak yang dituduh melanggar hukum mesti diperlakukan bersama dengan cara-cara yang menghargai hak-haknya. Anak mesti diberikan pemberian hukum dan hukuman dalam wujud pemenjaraan dijatuhkan cuma atas kejahatan yang terlalu serius.

Pasal 41

Jika pemberian pada hak-hak anak yang diberikan hukum suatu negara melampaui pemberian yang diberikan di dalam Konvensi ini, maka hukum itulah yang berlaku di negara bersangkutan.

Pasal 42

Tiap anak berhak memahami tentang haknya. Orang dewasa juga mesti memahami hak-hak ini dan menolong anak memahaminya.
Konvensi Hak-Hak Anak memilki keseluruhan 54 pasal. Pasal 43-54 berisi kerja serupa yang bisa dilaksanakan orang dewasa dan pemerintah sehingga hak seluruh anak dipenuhi.