Hamil Diluar Nikah

hamil diluar nikah – Dewasa ini kami sering mendengar maraknya kasus sosial yang keluar didalam penduduk terutama menyangkut kasus zina dan pemerkosaan. Islam adalah agama yang terlalu mengutuk kelakuan tercela selanjutnya dan menganjurkan umatnya untuk senantiasa menjauhi kelakuan zina. Perbuatan zina selanjutnya sanggup diakibatkan oleh beberapa aspek diantaranya adalah kemajuan teknologi, maraknya pergaulan bebas, pudarnya nilai-nilai islami dan mudahnya seseorang berinteraksi bersama orang lain. Kemajuan teknologi sebenarnya berdampak positif dan memanjukan hidup manusia namun teknologi termasuk sanggup mengakibatkan efek negatif terutama pada generasi muda. Maraknya pergaulan bebas termasuk merupakan keliru satu tanda-tanda akhir zaman.

Hamil Diluar Nikah

Zina didalam islam sanggup diartikan sebagai hubungan seksual antara seorang laki-laki dan seorang perempuan yang belum atau tidak mempunyai ikatan didalam pernikahan. Islam bersama menyadari melarang kelakuan zina dan banhkan mendekatinya pun tidak boleh sebagaimana Firman Allah SWT didalam surat Al Isra ayat 32
“Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu kelakuan yang keji. dan suatu jalan yang buruk”.(Q.S Al-Isra:32).
Dalam islam zina dikategorikan jadi :

1. Zina muhson
Zina muhson adalah zina yang ditunaikan oleh orang baik pria ataupun wanita dewasa yang sudah menikah didalam hal ini merupakan perihal selingkuh. Zina muhson terlalu melanggar tujuan pernikahan didalam islam.

2. Zina ghoiru Muhson
Zina Ghoiru Muhson adalah zina yang dilakukanoleh mereka yang masih perjaka atau gadis yang belum pernah menikah.

Adapun kategori zina yang lain termasuk termasuk :

Zina kecil
Zina kecil disini adalah zina yang ditunaikan oleh anggota tubuh lain seperti mata, telinga, tangan, mulut dan lainnya selain anggota kemaluan tubuh. Pacaran yang kini marak dikalangan muda mudi sanggup dikategorikan sebagai zina kecil. Hal ini sesuai bersama hadits Rasul SAW

“Nasib anak Adam tentang zina sudah ditetapkan. Tidak kemungkinannya sangat kecil dia pernah melakukannya. Dua mata, zinanya memandang. Dua telinga, zinanya mendengar. Lidah, zinanya berkata. Tangan zinanya memegang. Kaki, zinanya melangkah. Hati, zinanya menghendaki dan rindu, tetapi faraj (kemaluan) cuma mengikuti dan tidak mengikuti.” (HR Abu Hurairah)

Zina Besar
Zina besar adalah zina yang ditunaikan bersama oleh pria dan wanita yang sudah akil baligh atau dewasa dan melibatkan masuknya organ kemaluan pria pada organ kemaluan wanita dan ditunaikan tidak berdasarkan paksaan.

Hukum Hamil Di luar Nikah
Seorang wanita yang hamil diluar nikah sudah pasti sudah melakukan kelakuan zina. Dalam hukum islam wanita yang melakukan hubungan seksual diluar pernikahan disebut sebagi pezina. Zina terlalu dilarang didalam islam dan haram hukumnya. Hukum hamil diluar nikah sudah pasti berdosa dan perlu beroleh hukuman sesuai syariat islam. Tidak cuma sang wanita orang yang melakukan zina termasuk perlu dihukum. Adapun hukuman orang yang melakukan zina adalah sebagai selanjutnya :

Hukuman Dera
Wanita yang berzina baik hamil ataupun tidak dan ia mengakuinya maka perlu diberikan hukuman dera atau cambuk. Hukuman dera diberikan pada mereka yang melakukan zina ghoiru muhson atau mereka yang belum menikah sebagaimana dijelaskan didalam Qur’an Surat An Nur ayat 2 yang berbunyi

الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ وَلا تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

“Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah masing-masing seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya menahan kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jikalau kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.” (An Nur :2)

2. Hukuman Rajam
Bagi pasangan yang melakukan zina dan mereka sudah menikah maka hukuman zina muhson yang mereka melakukan adalah bersama hukuman rajam atau dilempari batu sampai mati termasuk wanita yang tengah hamil. Sebagaimana hadits rasulullah SAW selanjutnya ini
Ada seorang laki-laki yang mampir kepada Rasulullah saw. Ketika beliau tengah berada didalam masjid. laki laki itu memanggil-manggil Nabi seraya mengatakan,” Hai Rasulullah saya sudah berbuat zina, namun saya menyesal, “ Ucapan itu di ulanginya sampai empat kali. Setelah Nabi mendengar pengakuan yang sudah empat kali diulangi itu, selanjutnya beliau pun memanggilnya, seraya berkata, “Apakah engkau ini gila?’’‘’ Tidak, jawab laki-laki itu, Nabi menanyakan lagi, ‘’ Adakah engkau ini orang yang muhsan?’’‘’Ya,’’ jawabnya. Kemudian, Nabi bersabda lagi,’’ Bawalah laki-laki ini dan segera rajam oleh kamu sekalian,’’(H.R. Bukhari dari Abu Hurairah)
Selain itu disebutkan didalam hadits lainnya
“Ambillah dariku! Ambillah dariku! Sungguh Allah sudah berikan jalan kepada mereka. jejaka yang berzina bersama gadis dijilid seratus kali dan diasingkan sepanjang satu tahun. Dan orang yang sudah menikah melakukan zina didera seratus kali dan dirajam. (H.R. Muslim )

Konsekuensi Hamil di Luar Nikah
Wanita yang hamil diluar nikah diharuskan untuk bertobat atas kelakuan zinanya dan berdasarkan hukum wanita menikah sementara hamil, ia boleh menikah dan bertunangan bersama laki-laki yang menghamilinya atau bersama laki-laki yang tidak menghamilinya.Untuk menjauhi konflik didalam keluarga dan untukmenutupi aib umumnya si wanita akan segera dinikahkan.

Wanita hamil akibat zina akan melahirkan anak secara tidak sah jika ia tidak menikah bersama laki-laki yang menghamilinya dan nasabnya cuma kepada ibunya saja. Hal ini sesuai bersama pendapat beberapa ulama yakni ;

1. Imam Syafi’i berpendapat bahwa anak yang lahir diluar nikah nasabnya terkait kepada laki-laki yang mengawini ibunya jikalau lama kehamilan di atas enam bulan, akan namun jikalau sementara menikah ibunya tengah hamil di bawah dari enam bulan, maka nasab anak dihubungkan kepada ibunya. Berdasarkan mahzab syafi’i makan anak diluar nikah yang ibunya tidak menikah mempunyai keputusan sebagai

Tidak tersedia hubungan nasab kepada bapaknya melainkan kepada ibunya.
Tidak tersedia saling mewarisi dari ayahhya
Tidak sanggup jadi wali bagi anak di luar nikah
2.Imam Hanafi berpendapat bahwa nasab anak diluar nikah senantiasa terikat kepada papa biologisnya atau laki-laki yang menghamili wanita selanjutnya dan bukan pada laki-laki yang menikahi ibunya

Meskipun demikian, sementara ini Kompilasi Hukum Islam lebih cenderung pada pendapat Imam Hambali dimana anak yang lahir diluar nikah suci dan ia tidak menanggung dosa papa dan ibunya. Ia senantiasa perlu beroleh hak-haknya sebagai anak termasuk pendidikan, status, agama dan nasab dari papa biologisnya meskipun ibunya menikah bersama wanita lain. Sebaiknya menjauhi nikah siri agar anak beroleh haknya.

Demikian hukum hamil di luar nikah, pengertian, dan konsekuensi yang didapatkan. Semoga kami senantiasa sanggup merawat diri dari kelakuan zina sebab kelakuan zina adalah kelakuan tidak baik yang sanggup mendatangkan banyak mudharat. Jika kamu belum mempunyai pasangan sebaiknya ketahui cara memilih pendamping hidup sesuai syariat agama bersama cara bertaaruf. Anda termasuk sebaiknya menyadari syarat-syarat calon istri yang baik dan syarat-syarat calon suami yang baik agar nantinya terhindar dari kasus tempat tinggal tangga yang memicu rasa putus asa dan memicu hati jadi gelisah