Kata Kata Lucu Bahasa Jawa

kata kata lucu bahasa jawa – Pada zaman moderen layaknya saat ini, banyak yang tidak bisa lepas berasal dari gawai dan media sosial. Mereka banyak menghabiskan saat untuk bermain gawai dan media sosial yang dimiliki.
Beberapa aplikasi yang bisa saja paling sering diakses untuk menghabiskan saat adalah beragam model media sosial, layaknya Instagram, Twitter, dan Facebook.
Biasanya aplikasi-aplikasi selanjutnya digunakan untuk mengunggah curahan mengisi hati yang suka maupun saat sedih

Kata Kata Lucu Bahasa Jawa.

Banyak orang mengunggah status terhadap media sosial disertai gambar atau foto. Dengan perihal tersebut, perlu dicermati apakah gambar dan caption yang diunggah punyai relevansi.
Satu di pada banyak langkah yang bisa digunakan adalah sertakan caption berbahasa Jawa dalam unggahan foto atau gambar tersebut.
Di sisi lain, bhs Jawa udah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia supaya meski tidak memanfaatkan bhs Jawa sebagai bhs ibu, udah banyak yang memahami maksudnya.
Jika anda bingung merangkai kalimat dalam bhs Jawa untuk caption media sosial yang hendak anda unggah

Kata-kata Caption Sosial Media Bahasa Jawa
1. “Untung atiku iki digawe karo Gusti Allah. Nek gawean menungso wes remuk ket wingi”.

(Untung hatiku ini dibikin oleh Gusti Allah. Kalau buatan manusia udah hancur berasal dari kemarin)

2. “Ora ono wong mulyo tanpo urip rekoso”.

(Tidak ada manusia yang hidup suka tanpa usaha keras)

3. “Wayah wulangen marang kautaman, predinen susileng tata supata gawe pepadhaning kaluwarga”.

(Didiklah anak cucumu ke arah keutamaan, didiklah tata susila supaya bisa menjadi cahaya cahaya bagi keluarga)

4. “Ojo sampe kenangan ngrusak era depan”.

(Jangan hingga kenangan merusak era depan)

5. “Narimo ing pandum”.

(Menerima segala suatu hal dengan ikhlas)

6. “Ora usah mikir omongane wong liyo, wong liyo ae nek ngomong yo ora mikir”.

(Nggak usah mikir omongannya orang lain, orang lain aja terkecuali ngomong nggak memanfaatkan mikir)

7. “Aku wong ndeso ora ngerti Valentine Day, ngertiku Pak Day karo Bu Day”.

(Aku orang desa enggak tau Valentine Day, tahunya Pak Day dan Bu Day ‘pelesetan berasal dari pakdhe dan budhe’)

8. “Ngelmu iku kalakone kanthi laku”.

(Bila idamkan menjadi pintar, maka perlu belajar melacak ilmu)

9. “Dadi wong lanang ojo koyo krupuk. Teles sitik lemes”.

(Jadi laki-laki jangan kayak kerupuk. Basah sedikit, lemas)

10. “Abot entheng saka panggawene dhewe”.

(Berat dan ringannya kehidupan tergantung berasal dari diri manusia itu sendiri)

11. “Manungsa mung ngunduh wohing pakarti”.

(Kehidupan manusia baik dan tidak baik adalah akibat berasal dari tingkah laku manusia itu sendiri)

12. “Alam iki sajatining guru”.

(Alam ini adalah guru)

13. “Tenangno pikirmu. Ayemno atimu. Gusti Allah mboten sare”.

(Tenangkan pikirmu. Tenangkan hatimu. Allah tidak tidur)

14. “Kawula mung saderma, mobah-mosik kersaning Hyang sukmo”.

(Lakukan yang kita bisa, setelahnya serahkan kepada Tuhan)

15. “Memayu hayuning pribadi, memayu hayuning kulawarga, memayu hayuning sesama, memayu hayuning bawana”.

(Berbuat baik bagi diri sendiri, keluarga, sesame manusia, makhluk hidup dan seluruh dunia)

16. “Wong nek diapiki perlu akan mbales ngapiki, nek wes diapiki tetapi malah nglarani bisa saja duduk wong”.

(Orang terkecuali diperlakukan baik seharusnya membalas dengan kebaikan juga, terkecuali udah diperlakukan baik malah menyakiti, bisa saja bukan manusia)

17. “Kacang iku gurih, tetapi nek dikacangin iku perih”.

(Kacang itu gurih, tetapi terkecuali dikacangin itu perih)

18. “Ala lan becik iku gegandhengan, Kabeh kuwi saka kersaning Pangeran”

(Kebaikan dan kejahatan ada bersama-sama, itu seluruh adalah kemauan Tuhan)

19. “Wong lemu kui, dudu kakean mangan, tetapi program diete sing gagal”.

(Orang gemuk itu, bukan umumnya makan, tetapi program dietnya gagal)

20. “Waktu adalah uang. Yen kancamu mbok jak dolan ngomong raenek wektu, bermakna wonge ra ndue duwit”.

(Waktu adalah uang. Kalau temanmu anda ajak main bilangnya enggak ada waktu, bermakna temanmu enggak punyai uang)

Kata-kata Caption Sosial Media Bahasa Jawa

21. “Tetese grimis karo tetese tangisanmu, iseh jeru tetesen banyu motone wong tuoku”.

(Tetesan gerimis serupa tetesan tangismu, lebih dalam tetesan air mata orangtuaku)

22. “Malem minggu neng kamar dewean, koyo semongko glundang-glundung dewe”.

(Malam minggu hanya di kamar sendirian, layaknya semangka guling-guling sendirian)

23. “Asline saya yo perlu nangis, tetapi wedi mengko umbelku metu”.

(Aslinya saya idamkan nangis, tetapi risau nanti ingusku keluar)

24. “Udane awet, koyo lambemu nek ngomel, nggak leren-leren”.

(Hujannya awet, kayak mulutmu terkecuali ngomel, enggak berhenti-henti)

25. “Kowe perlu duit?? Reneo‚Ķ Ayo nangis bareng”

(Kamu perlu uang? Ke sini, ayo nangis bersama)

26. “Jaremu lungo tuku sego, lha muleh malah gowo lanangane tonggo”.

(Katanya pergi membeli nasi, lha pulang malah bawa pasangannya tetangga)

27. “Rela lan legawa lair trusing batin”.

(Ikhlas lahir batin)

28. “Gendang yo gendang, koplo yo koplo, ojo omong tok! Ndang buktekno”.

(Pisang ya pisang, koplo ya koplo, jangan omong doang! Mana buktinya)

29. “Ora kepengin sing sempurna nggo ndampingi uripku, mung perlu wong sing ikhlas nrima lan ngelengkapi kekuranganku.”

(Tidak idamkan yang sempurna untuk mendampingi hidupku, hanya perlu orang yang ikhlas menerima dan melengkapi kekuranganku)

30. “Wit, yen diuncali watu tetep dibales kanggo woh”.

(Hiduplah layaknya pohon, disaat dilempari batu selalu dibalas dengan buah)

Media Sosial

31. “Jenenge wae sayang. Cemburu sitik wajar. Bawel sitik wajar. Seng ora wajar kui yen sayang, tetapi ora pernah cemburu lan bawel karo pasangane”.

(Namanya termasuk sayang, Cemburu sedikit wajar. Bawel sedikit wajar. Yang nggak wajar itu kalo sayang tetapi nggak pernah cemburu tetapi bawel serupa pasangannya)

32. “Move on kuwi dudu berusaha nglalekke ya, tetapi ngikhlaske lan berusaha ngentukke sing luweh apik luwih seko sing mbiyen-mbiyen”.

(Move on itu bukan berusaha melupakan, tetapi mengiklaskan dan berusaha untuk memperoleh yang lebih baik kembali daripada yang dahulu)

33. “Yen pancen tresno kudune dijogo ora malah ditinggal gendakan karo wong liyo”.

(Kalau sesungguhnya cinta perlu dijaga jangan malah ditinggal pacaran serupa orang lain)

34. “Jenenge pasangan, yen ora tepat yo mung dadi angan”.

(Namanya pasangan, terkecuali enggak tepat yang hanya menjadi angan)

35. “Aku kadang penasaran, pie rasane nek kelangan koe. Pas saya mbayangke, saya malah luweh pingin nggondeli koe luweh erat”

(Aku sering kadang penasaran, gimana rasanya kalo kehilangan kamu. Pas saya bayangin, saya malah lebih pingin memegang anda lebih erat)
36. “Dosa sing paling menyedihkan iku dosambat ora duwe duit”. (Dosa yang paling menyedihkan itu adalah mengeluh tidak punyai uang)

37. “Cintaku nang awakmu iku koyok kamera, fokus nang awakmu tok, liyane ngeblur.” (Cintaku hanya fokus terhadap dirimu layaknya kamera, hanya fokus terhadap dirimu saja, yang lainnya blur)

38. “Obat pahit ae marakke mari, mosok koe sing manis marakke loro”. (Obat yang pahit saja bisa bikin sembuh, masak anda yang manis bikin sakit)

39. “Berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian, mantan wes neng penghulu saya iseh kesepian”. (Berakit-rakit kehulu berenang-renang ke tepian, mantan udah di penghulu, saya masih kesepian)

40. “Najan awakmu lemu, ning isih amot ning atiku”. (Walaupun badanmu besar, masih muat kok di hati ku).kata kata lucu bahasa jawa