Makanan Khas Jawa Tengah yang Paling Populer

Saat berkunjung ke suatu kota, entah itu untuk urusan pekerjaan atau hanya sekedar liburan, maka mencoba makanan khas yang ada Makanan Khas Jawa Tengah tersebut merupakan hal paling wajib buat dilakukan.

Seperti kita ketahui, setiap daerah di Indonesia pasti memiliki makanan khas yang enak dan begitu menggugah selera. Bagi para pecinta kuliner pasti akan sangat terhibur karenanya.

Dan diantara daerah yang memiliki cukup banyak pilihan makanan khas, kuliner Jawa Tengah akan menjadi bahasan kita pada artikel kali ini.

Penasaran apa saja aneka macam makanan khas dari Jawa Tengah? Nah,berikut 15 daftar menunya lengkap beserta keterangannya, penjelasannya, resepnya, cara pembuatannya, sejarahnya hingga ciri khasnya.

1. Nasi Liwet

Berbicara tentang makanan khas Jawa Tengah, nama nasi liwet pasti menduduki peringkat pertama dan menjadi menu paling inti yang wajib buat dicoba saat berkunjung ke provinsi tersebut.

Merujuk pada penjelasan Wikipedia, nasi liwet adalah makanan khas kota Solo yang asal daerahnya asli dari daerah Baki, Kabupaten Sukoharjo.

Jika kita lihat foto ataupun gambarnya, kuliner ini cirinya mirip dengan nasi gurih yang dimasak menggunakan kelapa kemudian disajikan bersama sayur labu, suwiran ayam serta bumbu gurih areh.

Penganan tradisional yang kerap disantap sebagai hidangan pembuka ini paling banyak dijumpai di Duwet dan Menuran kab.Sukoharjo. Salah satu contoh penjual paling terkenal adalah Wongso Lemu.

Lokasi Wongso Lemu sendiri berada di jln.Teuku Umar, Mangkunegaran, Keprabon dan sudah buka sejak tahun 1950. Seporsi nasi liwet disini dibanderol hanya kisaran Rp.19.000 saja.

2. Tengkleng

Makanan khas Jateng kedua ada tengkleng, yaitu salah satu jenis masakan berkuah berbahan utama tulang kambing yang asalnya asli dari Solo.

Sejarah tengkleng ini konon katanya hanya disajikan untuk acara pernikahan dan Bangsawan serta orang Belanda saja. Namun sekarang, sudah dapat dinikmati semua kalangan.

Dilihat dari gambar, kuliner tengkleng ini tampilannya mirip dengan gulai kambing namun kuahnya lebih encer.

Nah, bila ingin menikmati penganan hewani ini, Tengkleng Bu Edi di Pasar Klewer, Solo adalah penyedia citarasa paling top. Untuk harganya juga cukup terjangkau hanya berkisar Rp.30.000-Rp.50.000/porsinya.

3. Tiwul

Meski hanya makanan sederhana dan cara membuatnya pun cukup mudah, namun tiwul ini adalah salah satu hidangan tradisional paling wajib buat dicoba.

Tiwul adalah penganan asli berasal dari wonogiri berbahan baku singkong yang kemudian diolah dan ditambahkan parutan kelapa muda.

Nah, jika Sahabat JejakPiknik tertarik mencicipinya, Pondok Degan menuju jalan Paranggupito, desa Wonogiri ialah tempatnya. Soal harga, sangat murah hanya berkisar 8-20 ribu saja seporsinya.

Makanan Khas Jawa Tengah Enak Asli

4. Lumpia

Makanan ini sudah pasti sangat akrab di lidah Sahabat JejakPiknik kan? Yup, lumpia memang salah satu kudapan enak yang asal kotanya berasal dari Semarang.

Jika Sahabat JejakPiknik berkunjung ke Semarang, tidak lengkap rasanya jika melewatkan kuliner ini. Lumpia adalah penganan yang terbuat dari tepung terigu kemudian dibentuk menjadi kulit lalu diisi dengan aneka pilihan seperti sayur, telur, udang atau daging ayam.

Disamping ukurannya kecil, namun makanan ringan ini teksturnya sangat renyah. Selain itu, kudapan tersebut juga kandungan gizinya cukup tinggi jadi banyak manfaatnya buat kesehatan.

Tak hanya itu, jajanan tradisional ini juga tahan lama jadi sangat cocok buat dijadikan menu penutup ataupun oleh-oleh untuk orang-orang di rumah.

Dan Lumpia Mbak Lien di Jln.Pemuda gg.Grajen No.01, Bangunharjo adalah spot paling hits buat kita menikmatinya. Soal harga masih sangat standart hanya berkisar Rp.11.000-Rp.13.000/bijinya.

5. Gethuk

Selain di Jawa Timur, gethuk juga menjadi satu penganan populer di Jateng bahkan di daerah lainnya seperti di Ibukota Jakarta ataupun Bandung, Jawa Barat.

Awalnya, getuk ini dibuat dengan warna putih saja namun seiring perkembangan inovasi kuliner, cemilan ringan tersebut semakin dimodifikasi, tentunya dengan resep dan cara pembuatan tidak jauh berbeda.

Untuk menikmatinya, biasanya kudapan berbahan baku singkong ini diberi tambahan parutan kelapa muda agar rasanya tak hanya manis tapi gurihnya juga dapat.

Getuk sendiri banyak ditemui di kawasan Sriwedari kota Solo dan umumnya dibanderol sekitar 5 ribu saja sebungkusnya.

6. Gudeg

Mendengar nama kuliner ini pasti pikiran Sahabat JejakPiknik langsung tertuju pada Yogyakarta kan? Nah, perlu diketahui kalau gudeg juga adalah penganan khas dari Jawa Tengah tepatnya Ambarawa.

Gudeg bahannya terbuat dari nangka muda yang dimasak dengan santan serta daun jati sebagai pemberi warna. Perlu diketahui, untuk membuat masakan ini diperlukan waktu berjam-jam loh.

Dan di Ambarawa, satu tempat paling terkenal adalah Gudeg Merakmati di Jln.Kangkung, Senggrong, Bawen. Selain citarasanya sangat nikmat, harganya juga murah hanya Rp.5.000/porsinya.

7. Lanting

Lanting atau klanting adalah sejenis makanan ringan berwujud kerupuk yang terbuat dari singkong dan memiliki bentuk menyerupai angka 8 atau lingkaran kecil seperti cincin.

Lanting ini aslinya berasal dari Kebumen dan Cilacap. Awalnya, kudapan tersebut hanya terdiri dari dua rasa yakni asin dan gurih namun sekarang sudah terdapat beragam varian baru.

Dan lanting paling mudah ditemukan di daerah Adipati, Cilacap. Soal harga, rata-rata dibanderol sekitar Rp.55.000/bal.

8. Tempe Mendoan

Masih ada yang tidak kenal dengan cemilan satu ini? Tempe mendoan adalah salah satu gorengan paling terkenal loh di Indonesia. Selain enak dan gurih, kandungan gizinya juga tinggi.

Tempe mendoan ini asalnya adalah Purwokerto, Jawa tengah. Dari namanya, mungkin kita sudah tahu apa bahan utama dari kuliner tersebut.

Jadi jika Sahabat JejakPiknik berkunjung ke Purwokerto, jangan lupa ya membeli tempe mendoan. Untuk mendapatkannya cukup mudah, datang saja ke sentra-nya di Jln.Jenderal Sutoyo, Sawangoro. Mengenai harga, cukup murah hanya Rp.3.000/bijinya.

9. Nasi Gandul

Mendengar namanya mungkin cukup unik, nasi gandul. Nah, Sahabat JejakPiknik tahu penganan seperti apa itu dan bagaimana bentuknya?

Nah, nasi gandul adalah salah satu penganan tradisional khas Pati yang menyajikan citarasa gurih dan pedas di setiap bulir nasinya. Selain itu dalam satu porsinya biasanya dilengkapi dengan daging sapi, telur serta kuah dengan racikan bumbu khusus agar menambah selera.

Jika ingin mencicipinya, Nasi Gandul Pak Meled di desa Gajahmati, Pati adalah referensi paling tepat. Di warung yang buka sejak tahun 1955 ini harga seporsi menu tersebut dibanderol sekitar Rp.25.000 dan untuk jamnya biasanya mulai pukul 11.00-21.30 WIB.

10. Enting-Enting

Enting-enting adalah salah satu makanan khas Jateng berbahan dasar kacang tanah yang kemudian dicampur dengan gula jawa lalu dipadatkan.

Kudapan asli orang Salatiga ini rasanya manis dan gurih, menjadikannya sebagai salah satu contoh cemilan paling tepat menemani secangkir kopi hangat atau minuman segar lainnya.

Untuk mendapatkannya tidaklah sulit, silahkan saja datang ke toko oleh-oleh di sekitar kota Salatiga. Umumnya, harganya dibanderol hanya kisaran Rp.12.000-Rp.25.000/bungkusnya.

11. Rondo Royal

Foto By sajiansedap.grid.idMenurut bahasa Jawa, rondo artinya janda sementara royal adalah suka memberi. Nah, jika diartikan mungkin banyak dari kita akan salah tafsir tentang makanan ini.

Namun apapun artinya, rondo royal asal Jepara ini citarasanya sangat nikmat. Dan untuk membuat juga sangat gampang dimana tape singkong dibalut adonan tepung kemudian digoreng.

Rondo royal sendiri banyak ditemui di pasar-pasar tradisional Jepara dan biasanya untuk harganya hanya dibanderol sekitar Rp.500-Rp.1.000/biji lalu Rp.5.000/porsinya.

12. Wajik

Foto By resepkoki.idMakanan khas Jateng lainnya adalah wajik. Meskipun keberadaannya hampir punah karena tergerus makanan modern tapi kuliner ini masih bisa bertahan sampai sekarang.

Wajik adalah sejenis cemilan ringan berbahan dasar beras ketan yang dimasak dengan gula jawa dan memiliki warna umumnya cokelat. Kuliner ini aslinya berasal dari kabupaten Magelang.

Dan Wajik Week berlokasi di selatan Magelang tepatnya di Salaman adalah pusat paling tepat untuk mendapatkannya. Soal harga, hanya berkisar belasan ribu saja sebungkusnya.

13. Mangut Beong

Foto By ksmtour.comSelain wajik, mangut beong juga menjadi salah satu kuliner paling wajib dicoba saat berkunjung ke Magelang. Penganan enak yang olahannya terbuat dari ikan beong ini rasanya sangat lezat.

Ikan beong hanya bisa ditemukan di sungai Progo saja dan sejenis lele ini memiliki tekstur daging tak begitu lembut serta tidak mudah hancur. Menu tersebut sering disajikan saat lebaran loh.

Untuk menikmatinya, Sahabat JejakPiknik bisa datang ke Rumah Makan Sehati Selera Pedas di desa Kembanglimus, Kec.Borobudur, Magelang. Disini, seporsinya biasanya dibanderol Rp.20.000 saja.

14. Brekecek

Brekecek? Mungkin mendengar namanya sedikit aneh tapi kalau sudah mencicipi, mungkin Sahabat JejakPiknik bakal ketagihan dibuatnya.

Nama aneh kuliner ini diambil dari dua kata yakni brek artinya adalah dijatuhkan dan kecek sendiri dicampur bumbu. Untuk pembuatannya, bahan dasarnya hanyalah ikan jahan atau pathak.

Dan brekecek sangat mudah ditemui di rumah-rumah makan tradisional di Cilacap. Mengenai harga, biasanya dibanderol sekitar Rp.22.000 saja.

15. Nasi Grombyang

Diberi nama demikian karena cara penyajian kuliner khas Pemalang ini seperti kelihatan bergoyang-goyang atau grombyang-grombyang.

Kuliner ini bahannya terbuat dari daging kerbau, nasi juga kuah dan biasanya disajikan dalam wadah kecil kemudian dilengkapi dengan sate.

Jika ingin menikmatinya, silahkan datang ke warung Pak.H.Warso di jln.RE.Martadinata, Pelutan sekitaran Alun-alun Pemalang. Disini, Sahabat JejakPiknik bisa mencicipi seporsi nasi grombyang yang enak hanya dengan harga Rp.15.000 saja.

Nah, selain daftar disebutkan diatasmasih ada banyak lagi makanan khas Jawa Tengah lainnya dan patut buat dicobain seperti Soto kudus, tahu petis, lontong tuyuhan Rembang, Bhotok Mercon, sate Tegal, Sragen, mie engklek Wonosobo, nasi terancam Klaten dan Combro Kalipalet Banjarnegara.

Punya rekomendasi lain?? Komen dibawah ya gaes!

Catatan: Semua data di atas adalah data terakhir pada saat artikel ini dibuat. Jika ada perubahan terbaru yang Kamu ketahui, silakan informasikan kepada kami untuk segera diperbaiki.

Bagi Usaha Rental atau Travel yg ingin masuk dalam artikel diatas, silahkan mengisi kolom komentar. Lengkap dengan informasi: Alamat, Nomer Telepon, WhatsApp dan informasi pendukung lainnya.

Indonesia memiliki menu makanan yang beraneka ragam. Mulai dari yang kering hingga kuah. Semua makanan asli Indonesia bercita rasa bumbu tradisional nusantara. Makanan khas kemudian tersebar ke berbagai wilayah, salah satunya adalah makanan khas Jawa Tengah. Makanan khas daerah yang satu ini terkenal dengan rasa yang lezat dan punya ciri khas sendiri.

Kurang lengkap rasanya kalau kamu berkunjung ke Jawa Tengah, tapi belum makan makanan khas Jawa Tengah. Seperti yang diketahui, Jawa Tengah punya banyak makanan yang lezat, spesial, dan istimewa di lidah. Sebab, Jawa Tengah nggak hanya terkenal karena wisatanya, tapi juga beragam kulinerannya. Ada makanan manis, asin, gurih, hingga makanan berat yang bisa bikin kenyang perut.

Menjadi pengalaman tersendiri kalau kamu bisa mencicipi berbagai menu makanan khas ini. Apalagi beragam makanan khas Jawa Tengah ini murah meriah, ringan di kantong kok. Jadi nggak usah takut kemahalan deh. Tapi bagaimana kalau waktumu nggak cukup untuk kulineran semua makanan Jawa Tengah?

Tenang, saat ini kamu bisa membuat sendiri makanan Jawa Tengah di rumah. Dengan resep yang sudah ada, kamu bisa menyajikannya untuk anak dan keluarga besar. Resep ini juga cocok buat kamu yang asli Jawa Tengah, kangen dengan makanan khas daerahmu.

Nggak perlu nunggu lama, intip 15 resep makanan khas Jawa Tengah yang sudah brilio.net rangkum dari berbagai sumber, Senin (21/10).

1. Garang asem.

Bahan:
– 1 kg ayam
– 5 siung bawang putih, geprek halus

Bumbu:
– 4 buah cabe ijo plompong, potong-potong
– 2 lembar daun salam
– 7 buah cabe rawit
– 5 buah tomat hijau, potong-potong
– 3 cm lengkuas
– santan cair secukupnya

Cara memasak:
a. Rebus ayam hingga cukup empuk.
b. Masukkan semua bumbu. Masak hingga ayam setengah matang.
c. Tuang santan cair, beri gula dan garam secukupnya. Masak sampai matang dan siap disajikan.

2. Nasi gandul.

Bahan: gram daging sapi
– 2 batang serai
– garam dan kecap manis secukupnya
– 2 cm lengkuas
– 2 lembar salam
– jeruk nipis
– kaldu jamur secukupnya
– 1 sdm gula jawa
– 1,5 liter santan kelaoa
– bawang goreng

Bumbu halus:
– 10 butir bawang merah
– 6 butir kemiri
– 1/2 sdt merica bubuk
– 4 siung bawang putih
– 2 buah kluwak
– 1/4 sdt jinten
– 2 cm kencur
– 1/2 sdt ketumbar sangrai

Cara memasak:
a. Rebus daging sampai empuk.
b. Tumis bumbu halus, masukkan serai, lengkuas, dan daun salam.
c. Masukkan daging, masak hingga daging berubah warna.
d. Tuang air 2 liter dan santan kelapa.
e. Beri gula jawa, garam, kaldu jamur, dan kecap manis. Masak dengan api kecil hingga bumbu meresap.

3. Soto Kudus.

Bahan:
– 1 ekor ayam kampung, potong-potong
– 3 lembar daun jeruk
– 2 sdm gula merah, sisir
– air secukupnya
– 2 batang serai, memarkan
– 3 lembar daun salam
– 2 batang daun bawang, potong-potong
– garam dan merica bubuk secukupnya

Bumbu halus:
– 5 siung bawang putih
– 2 ruas kunyit
– 1/2 sdt ketumbar
– 10 siung bawang merah
– 4 butir kemiri
– 2 ruas jahe
– sejumput jinten

Bahan pelengkap:
– tauge rebus
– sambal rawit
– bawang goreng
– emping atau keripik kentang
– seledri, iris tipis
– jeruk nipis

Cara memasak:
a. Rebus ayam sampai matang, tiriskan. Ganti air, rebus lagi ayam hingga empuk.
b. Tumis bumbu halus, masukkan daun salam, daun bawang, daun jeruk, dan serai.
c. Tuang 2 sendok sayur kaldu ayam, beri daun bawang. Masak lagi hingga mendidih.
d. Masukkan tumisan ke panci ayam yang sedang direbus, aduk rata. Beri gula merah, garam, dan merica bubuk secukupnya.
e. Tiriskan ayam, suwir-suwir secukupnya.
f. Tata nasi dengan suwiran ayam dan tauge rebus, tuang kuah soto kudus. Beri bahan pelengkap di atasnya.

4. Brekecek ikan.

Bahan:
– 1 batang sereh
– 2 lembar daun jeruk
– 1 tangkai daun bawang
– 3 lembar daun salam
– gula merah secukupnya
– 1 tomat
– 2 cabai merah besar
– Royko sapi
– air secukupnya

Bumbu halus:
– 1 sdt garam
– 3 biji kemiri
– 7 cabai rawit
– 1 cabai merah
– 4 siung bawang merah
– sejumput lada
– 3 siung bawang putih
– 2 cm kunyit
– 2 cm jahe

Cara memasak:
a. Goreng ikan. Sisihkan
b. Sangrai kemiri, kunyit, bawang putih, dan jahe.
c. Tumis bumbu halus, masukan gula merah dan tomat. Aduk hingga bumbu matang. Tuang air secukupnya.
d. Masukkan daun jeruk, daun bawang, irisan cabai merah besar, dan daun bawang.
e. Masukan ikan, aduk sampai mendidih. Tambahkan Royko sapi.

5. Nasi grombyang.

Bahan: gram babat sapi, direbus, dipotong-potong
– 2.500 ml air
– 2 lembar daun salam gram usus sapi, direbus, dipotong-potong gram daging tetelan
– 1 sendok teh gula pasir
– 2 batang serai, diambil putihnya, dimemarkan
– 2 batang daun bawang, diiris 1 cm
– 3 sendok teh merah
– 1/4 sendok teh garam
– 3 sendok makan minyak untuk menumis

Bumbu halus:
– 1 sendok teh ketumbar
– 2 buah keluwek, diseduh
– 1/2 sendok teh merica
– 8 butir bawang merah
– 3 siung bawang putih
– 2 cm kunyit, dibakar gram kelapa parut, disangrai
– 1 cm jahe, dibakar

Bahan sambal:
– 10 buah cabai rawit hijau
– 1/4 sendok teh garam
– 2 siung bawang putih
– 1/4 sendok teh gula pasir

Pelengkap:
– 1.000 gram nasi putih
– 2 sendok makan bawang merah goreng
– 3 lembar kubis, diiris

Cara memasak:
a. Rebus tetelan, serai, dan daun salam sampai matang.
b. Tumis bumbu halus. Tuang ke dalam rebusan daging. Masukkan babat, usus, gula merah, dan garam.
c. Sebelum diangkat, beri daun bawang. Aduk rata.
d. Untuk sambalnya, rebus cabai rawit dan bawang putih. Angkat. Beri garam dan gula pasir. Uleg.

6. Mie ongklok.

Bahan: gram mie kuning, rebus sebentar, tiriskan
– 50 gram kol
– 1 sdm saus tiram
– 1 sdm tepung maizena, larutkan dengan air ml kaldu sapi batang daun bawang, iris tipis
– 2 sdm kecap manis
– minyak secukupnya

Bumbu halus:
– 3 siung bawang putih
– 1 sdm ebi kering
– 3 siung bawang merah
– garam dan gula secukupnya
– 1/4 sdt merica bubuk

Cara memasak:
a. Tumis bumbu halus, tuang saus tiram dan kecap manis, aduk rata.
b. Tuang kaldu sapi, masak hingga mendidih. Beri gula, garam secukupnya, dan tuang larutan maizena. Aduk sampai kental.
c. Tata mie dan kubis di mangkuk. Tuang kuah kaldu, taburi dengan daun bawang dan bawang goreng.

7. Nasi liwet.

Bahan: gram beras
– 15 gram daun salam
– 1.600 cc santan encer
– 3 butir telur ayam gram ayam kampung, dipotong cc santan kentan
– ampas kelapa parut
– 3 sdt garam
– 40 gram bawang merah, iris tipis

Cara memasak:
1. Didihkan santan, masukkan 3 lembar daun salam dan 1 sdt garam. Tunggu hingga pati santan kental. Ambil pati santan, angkat santan bening. Campurkan dengan 1.600 cc santan encer.
2. Rebus ayam di dalam 1.000 cc santan encer. Masukkan 5 lembar daun salam, 1 sdt garam, dan bawang merah iris. Setelah ayam empuk, angkat lalu suwir-suwir. Tuang sisa santan perebus ayam pada sisa santan encer.
c. Rendam beras selama 1 jam, cuci, dan tiriskan. Kukus 15 sampai 20 menit hingga setengah masak, angkat, pindahkan ke dalam panci. Tuang 800-1.000 cc sisa santan. Beri 1 sdt garam dan 4-7 lembar daun salam. Masak hingga santan meresap ke beras. Angkat lalu kukus nasi.
d. Kocok telur dengan 3 sdm santan. Beri 1/4 sdt garam. Kukus dalam wadah selama menit, angkat, potong-potong sesuai selera.

8. Mangut beong.

Bahan:
– 1 kg mangut
– garam secukupnya
– 2 buah jeruk lemon

Bumbu lain: cc santan sedang kentalnya
– 1 batang serai dimemarkan
– 3 lembar daun jeruk
– gula merah secukupnya
– 10 buah cabe rawit

Bumbu halus:
– 5 siung bawang merah
– 5 buah cabe merah
– 2 siung bawang putih
– 2 cm jahe
– 2 cm kencur
– 2 cm kunyit
– garam secukupnya

Cara memasak:
a. Kerat-kerat ikan, goreng ikan hingga matang.
b. Tumis bumbu halus, masukkan lengkuas, daun keruk, dan serai.
c. Tuang santan, aduk hingga mendidih.
d. Masukkan ikan, aduk hingga bumbu meresap kedalam ikan.
e. Sebelum diangkat, masukkan cabai rawit lalu masak sebentar hingga layu.

9. Sup matahari.

Bahan:
– 3 butir telur ayam
– wortel
– 3 bawang putih
– 1/4 kg ayam cincang
– daun bawang
– kaleng kapri
– jagung pipil
– 1/2 bawang bombay
– garam dan gula pasir
– merica
– Royco ayam
– 1 bungkus tepung bumbu

Cara memasak:
a. Buat telur dadar dari 2 buah telur. Sisihkan.
b. Potong wortel kecil-kecil. Kukus bersama jagung pipil hingga matang.
c. Campur ayam giling dengan tepung bumbu, telur, daun bawang, aduk rata.
d. Ambil 1 dadaran telur, isi dengan adonan ayam tadi.
e. Kukus kurang lebih 30 menit.
f. Tumis irisan bawang bombay, bawang putih halus, merica, dan garam. Tuang air. Masukkan Royco dan sedikit gula pasir.

10. Lumpia Semarang.

Bahan: gram daging ayam cincang halus (kukus agar daging ayam matang sempurna)
– 1 sdt merica bubuk
– 5 siung bawang merah (cincang halus)
– 1 buah bawang bombay
– 4 siung bawang putih (cincang halus)
– kaldu ayam bubuk (secukupnya)
– 2 batang daun bawang
– garam (secukupnya)
– gula (secukupnya)
– minyak goreng (secukupnya)

Bahan kulit: gram tepung terigu
– garam (secukupnya)
– 1/2 sdm telur
– 1/2 sdm minyak goreng
– air 80 ml

Cara memasak:
a. Untuk bahan isi, tumis bawang putih dan bawang merah. Tambahkan bawang bombay. Beri garam, gula, merica bubuk, daun bawang, dan daging ayam. Aduk hingga bumbu meresap.
Tuang sedikit air dan kaldu ayam bubuk. Masak sampai matang, angkat dan sisihkan sebentar.
b. Untuk Membuat Kulit, campur tepung terigu, garam, dan air secukupnya. Aduk rata, masukkan telur, lalu aduk lagi. Masukkan minyak goreng secukupnya, aduk lagi hingga rata. Diamkan kira-kira selama 30 menit. Cetak kulit lumpia.
c. Ambil kulit lumpia, masukkan isian. Lipat kulit dengan beri perekat berupa telur yang telah dikocok lepas sebelumnya.
d. Goreng lumpia hingga warnanya menjadi kuning kecokelatan.

11. Getuk goreng.

Bahan: gram singkong kupas, kukus hingga matang
– 2 sdm gula jawa/merah
– 1 sdt vanili bubuk gram gula pasir
– pewarna makanan secukupnya
– 1/4 sdt garam
– kelapa parut secukupnya

Cara memasak:
a. Haluskan singkong dengan gula pasir, gula merah, dan garam. Beri pewarna makanan dan vanili bubuk. Campur rata.
b. Cetak dengan cetakan atau dibuat bulatan-bulatan, taburi dengan kelapa parut.

12. Jenang Kudus.

Bahan:
– wijen yang sudah disangrai 200 gram
– 1 kg tepung beras gram gula pasir
– tepung ketan sebanyak 300 gram
– vanili bubuk 1 sendok teh
– 2 kg gula merah (diiris tipis-tipis)
– santan 2 liter yang kental
– 1 bungkus agar-agar bubuk

Cara memasak:
a. Campurkan tepung ketan dan tepung beras, lalu larutkan dengan sedikit santan.
b. Rebus sisa santan. Masukkanlah gula merah dan gula pasir.
c. Beri sedikit garam dan vanili bubuk, aduk sampai gula larut. Masukkan larutan tepung. Aduk hingga mengental, lalu masukkan agar-agar bubuk.
d. Aduk hingga jenang matang dan tidak lengket ditangan. Angkatlah dan masukkan ke dalam nampan plastik.
e. Taburi dengan wijen dibagian bawah dan atasnya. Tunggu hingga dingin.
f. Potong-potong jenang.

13. Rondo royal.

Bahan: gram tape singkong
– gula pasir
– garam (sedikit saja) gram tepung terigu
– air
– minyak goreng

Cara memasak:
a. Bersihkan tape, buang seratnya. Bentuk jadi bulat. Sisihkan.
b. Campurkan terigu, gula pasir, garam, dan air sampai jadi adonan yang lumer.
c. Lumuri bulatan tape dengan adonan terigu.
d. Goreng adonan tape sampai matang.

14. Wajik.

Bahan: gram beras ketan, rendam dalam air selama kurang lebih 2 jam
– 2 lembar daun pandan gram gula merah ml air ml santan
– 1/2 sdt garam

Cara memasak:
a. Kukus beras ketan 20 menit sampai mekar. Sisihkan.
b. Rebus air dan daun pandan sampai mendidih. Masukkan ketan, masak sambil terus diaduk sampai meresap.
c. Kukus beras ketan 15 menit. Angkat dan dinginkan.
d. Rebus santan, gula merah, dan garam sampai larut dan mengental. Masukkan ketan kukus.
e. Masak dengan api kecil sambil terus diaduk sampai meresap.
f. Tuang wajik ke atas loyang yang sudah dialasi dengan daun pisang atau plastik. Padatkan dan dinginkan.
g. Potong sesuai selera.