Mengenal Lebih Dekat Cloud Platform Google

Cloud Platform – Cloud computing mungkin masih samar terdengar bagi orang awam. Tetapi keberadaan cloud computing di masa digital kini sebenarnya telah terasa di sedang penduduk dalam kehidupan sehari hari layaknya pemakaian email dan terhitung tempat sosial.

 Secara umum, definisi cloud computing (komputasi awan) merupakan paduan pemakaian teknologi komputer (komputasi) dalam suatu jaringan dengan pengembangan berbasis internet (awan) yang membawa kegunaan untuk menjalankan program atau aplikasi lewat komputer – komputer yang terkoneksi terhadap waktu yang sama, tetapi tak seluruh yang terkonekasi lewat internet mengfungsikan cloud computing.

 Teknologi komputer berbasis sistem Cloud ini merupakan sebuah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengelola information dan terhitung aplikasi pengguna. Teknologi ini mengizinkan para pengguna untuk menjalankan program tanpa instalasi dan mengizinkan pengguna untuk membuka information khusus mereka lewat komputer dengan akses internet.

Manfaat Cloud Computing Serta Penerapan Dalam Kehidupan Sehari – hari.

 Setelah penjabaran definisi singkat diatas pasti pemakaian teknologi dengan sistem cloud memadai memudahkan pengguna selain dalam hal efisiensi data, terhitung penghematan biaya. Berikut kegunaan kegunaan yang mampu dipetik lewat teknologi berbasis sistem cloud.

Google Cloud Platform Indonesia

Dari fasilitas global, beban yang seimbang, hingga VM yang fleksibel, Google Cloud Platform beri tambahan pilihan cloud computing yang dapat disesuaikan bersama dengan keperluan Anda.

Google Compute Engine sedia kan mesin virtual yang dapat dikustomisasi bersama dengan fitur-fitur terbaik, harga yang ramah, dan opsi untuk menyebarkan kode Anda secara langsung atau lewat kontainer.

Google Kubernetes Engine memungkinkan Anda pakai kluster Kubernetes yang dikelola seutuhnya untuk menerapkan, mengelola, dan menyesuaikan kontainer dalam skala besar.

Google App Engine adalah platform-as-a-service yang memungkinkan Anda fokus terhadap kode Anda, melewatkan Anda dari detail operasional penerapan dan manajemen infrastruktur.

Google Cloud Platform mempunyai lebih banyak produk. Hubungi konsultan kami untuk lebih memahami bagaimana Anda dapat bergeser dari on-premise ke cloud.

Google Cloud Platform Adalah

Google Cloud Platform merupakan sarana public cloud computing dari Google yang terdiri dari begitu banyak ragam layanan. Platform dari Google ini sedia kan begitu banyak ragam sarana hosting merasa untuk komputasi, storage dan aplication development yang berlangsung pada hardware Google. Google Cloud Platform Service bisa diakses oleh pengembang software, administrator cloud dan profesional IT lainnya memakai internet publik atau lewat koneksi jaringan dedicated.

Layanan ini cloud computing yang di tawarkan oleh Google Cloud Platform termasuk:

Google Compute Engine: Layanan infrastructur as a service (Iaas) yang sedia kan penguna dapat virtual machine yang bisa dibuat secara instan untuk workload hosting.

Google App Engine: Layanan platform as a service (PaaS) menawarkan pengembang software untuk mengakses Google hosting yang mudah terukur. Pengembang bisa juga memakai software developer kit (SDK) untuk mengembangkan produk software yang berlangsung pada Google App Engine.

Google Cloud Storage: Platform cloud storage atau penyimpanan berbasi cloud yang didesain untuk menyimpan knowledge yang besar, tidak terstruktur. Google juga menawarkan pilihan penyimpanan database juga Cloud Datastore untuk penyimpananan NoSQL non-relational, penyimpanan Cloud SQL untuk MySQL, dan database Google Cloud Bigtable.

Google Container Engine: Sistem manajemen dan pengukuran untuk Docker container yang berlangsung didalam Google public cloud. Google Container Engine berbasis pada engine Google Kubernetes.

Cara Menggunakan Google Cloud Platform

Google Cloud Platform termasuk sediakan layanan cloud layaknya pemrosesan dan pemikiran data, layaknya Google BigQuery untuk SQL yang digunakan untuk produksi set knowledge multi terabyte. Sebagai tambahan, Google Cloud Dataflow merupakan layanan pemrosesan knowledge yang khusus untuk analisis, extrct transform and load (ETL), dan real-time computational projects. Platform ini termasuk termasuk Google Cloud Dataproc, yang menawarkan layanan pemrosesan big knowledge layaknya Apache Spark dan Hadoop.

Google Cloud Platform termasuk menawarkan layanan pengembangan dan integrasi aplikasi. Untuk contohnya, Google Cloud Pub/Sub yang merupakan layanan real-time messaging yang amat mungkin pesan dikirim antar aplikasi. Sebagai tambahakan, Google Cloud Endpoints amat mungkin pengembang untuk menyebabkan layan berbasis RESTful APIs, dan lantas menyebabkan layanan berikut bisa dibuka dari klien Apple iOS, Android dan JavaScript. Layanan lain yang di tawarkan termasu Anycast DNS server, direct network interconnections, load balancing, monitoring and logging service.

Layanan Google Cloud Platform akan konsisten berkembang, dan secara berkala Google akan memperkenalkan layanan baru, mengganti atau menghentikan layanan khusus bergantung permintaan pelanggan untuk konsisten berkompetisi bersama dengan kompetitor utamanya. Kompetitor utama Google terhadap pasar public cloud termasuk Amazon Web Services (AWS) dan Microsoft Azure.

Apa Itu Google Cloud Platform

Google Cloud Platform (GCP) formal diluncurkan dan mulai beroperasi di Jakarta pada Rabu (24/6/2020).

Dirancang untuk menunjang pelanggan di Indonesia serta pengguna akhir mereka, Jakarta adalah region GCP pertama milik Google di Indonesia dan yang ke-9 di Asia-Pasifik (APAC).

Managing Director Google Cloud Asia-Pacific Rick Harshman, menjelaskan peluncuran region Jakarta yang baru bisa mendekatkan GCP ke pelanggan dan para pengguna.

Menurutnya, dengan latensi yang lebih rendah untuk akses ke information dan aplikasi, perusahaan yang berbisnis di Indonesia, bisa mempercepat transformasi digital mereka.

“Ini termasuk bakal menunjang pelanggan memenuhi syarat-syarat regulasi dan kepatuhan tertentu, serta menyediakan lebih banyak opsi pemulihan bencana bagi pelanggan di Asia-Pasifik,” ujarnya dalam siaran persnya.

Dia beri tambahan dari awal, region ini dirancang untuk punyai tiga zona cloud sehingga bisa menangani beban kerja yang butuh tingkat ketersediaan tinggi. Dengan terdapatnya region ini, Google Cloud saat ini tawarkan 24 region dan 73 zona di 17 negara di semua dunia.

Menanggapi kehadrian GCP region Jakarta Direktur Digital, Teknologi Informasi dan Operasi Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Indra Utoyo menjelaskan Google Cloud sudah menunjang perusahaan dalam mobilisasi kiat perbankan digital untuk tingkatkan inklusi finansial dan dalam melayani keperluan perbankan rakyat Indonesia

“Saat ini, kita gunakan Apigee, Google Maps Platform API, dan Cloud Vision untuk pengembangan produk. Dengan pendekatan hybrid, on-cloud, dan on-premise, baik Google maupun BRI menempatkan keamanan information di prioritas tertinggi. Peluncuran Google Cloud Region di Jakarta mempertegas komitmen Google dan bakal menunjang kita dalam menjangkau nasabah dengan lebih baik lagi,” ujarnya.

Sementara itu, dengan tujuan untuk mengalihkan  70 % beban kerjanya ke cloud dalam tiga th. ke depan, PT XL Axiata Tbk  sudah mengadopsi Anthos untuk mengotomatisasi, mengelola, dan menskalakan beban kerja di lingkungan hybrid/ multi-cloud-nya secara safe dan konsisten.

“XL Axiata berkomitmen untuk memodernisasi infrastruktur kita demi tingkatkan fleksibilitas bisnis dan mempercepat deployment aplikasi. Anthos amat ideal bagi kita karena sangat mungkin kita mengadopsi kontainer sekaligus sangat mungkin Google, pemimpin di teknologi Kubernetes, melakukan pengelolaan infrastruktur kontainer bagi kami,” kata Yessie D Yosetya, Chief Information and Digital Officer XL Axiata.

GCP region Jakarta diluncurkan dengan disertai sejumlah fasilitas, termasuk Compute Engine, Google Kubernetes Engine, Cloud SQL, Cloud Storage, Cloud Spanner, Cloud Bigtable, dan BigQuery.

Para developer, information scientist, dan information engineer termasuk bisa gunakan solusi ML (machine learning) dan AI (kecerdasan buatan) kita untuk membawa project mereka dari inspirasi sampai deployment secara cepat dan irit biaya. Pelanggan hybrid cloud bisa mengintegrasikan deployment yang baru dan yang sudah tersedia dengan pertolongan ekosistem partner local.

Google Cloud Platform Tanpa Kartu Kredit

Google Cloud Platform meluncurkan promo baru untuk menarik banyak pelanggan coba sarana cloud secara cuma-cuma, tanpa tersedia trial bersama dengan pas yang terbatas. Promo baru yang diberi nama ‘Always Free,’ pelanggan sanggup membuka sarana cloud berasal dari Google secara cuma-cuma tanpa batas waktu, namun Google membatasinya pada sumber dayanya.

Tier Always Free ini terlalu mungkin pengguna mendapatkan: 1 f1-micro compute instance, 5GB per bulan untuk Regional Storage dan 60 menit per bulan untuk akses ke Cloud Speech API. Menggunakan tier gratis ini memerlukan kartu kredit, dikarenakan Google Cloud Platform dapat men-charge secara otomatis jika pelanggan menggunakannya lebih berasal dari limit atau manfaatkan tambahan sumber daya lain.

Sebagai tambahan, Google Cloud Platform juga mengekspansi free trial-nya, dimana sekarang pengguna beroleh credit sebesar US$ 300 yang sanggup digunakan sampai 12 bulan kedepan. Dan Google dapat menghentikan beban kerja pengguna jika mereka telah menghabiskan credit sebelum saat 12 bulan.

Penawaran gratis ini dimaksudkan untuk menolong Google Cloud Platform menarik lebih banyak pelanggan baru, dimana raksasa teknologi ini berkompetisi bersama dengan sarana cloud lainnya layaknya Amazon Web Services, Microsoft Azure, dan juga penyedia sarana public cloud lainnya.

Paket tier Always Free berasal dari Google Cloud Platform ini muncul mirip bersama dengan penawaran berasal dari pesaingnya Amazon Web Services. Misalnya, ke-2 platform ini terlalu mungkin pengguna untuk mobilisasi beban kerja manfaatkan sarana komputasi event-driven mereka, AWS Lambda dan Google Function.

Satu hal yang memicu Google Cloud tidak serupa adalah kesediannya untuk membagikan virtual machine secara gratis.