Pencapaian dan Penghargaan Tri Rismaharani

pencapaian dan penghargaan tri rismaharani – Kota Surabaya menyedot perhatian warga internasional atas keberhasilannya menyabet gelar Online Popular City atau kota terpopuler secara online di ajang Guangzhou Internasional Award 2018.
Risma yang hadir didalam acara itu langsung didaulat untuk menerima penghargaan tersebut. Dengan mengenakan batik cokelat dan setelan celana hitam, Risma bersyukur atas pencapaian itu. Dia pun mengunggahnya di account Instagram pribadinya @trirismaharini.

Inilah Pencapaian dan Penghargaan Tri Rismaharani

“Alhamdulillah, Kota Surabaya formal memenangkan penghargaan kota terpopuler secara online didalam ajang The Guangzhou International Award 2018,” tulis dia.
Menurut Risma, gelar berikut jadi kado akhir tahun, khususnya bagi warga Surabaya. Karena itu, dia mengucapkan menerima kasih atas pertolongan warga yang beri tambahan pertolongan secara online sehingga Surabaya memenangi gelar bergengsi tersebut.
Di ajang dua tahunan itu, Surabaya menyabet kategori City of Your Choice melampaui perolehan Kota Yiwu, Tiongkok. Hasil akhir perhitungan voting secara online adalah Surabaya di ranking 1 bersama 1.504.535 votes.
Disusul Kota Yiwu, RRT di ranking 2 bersama 1.487.512 votes, dan Kota Santa Fe, Argentina, bersama perolehan 863.151 votes.
Sebelumnya di hadapan lebih kurang 400 juri dan 14 finalis The Guangzhou International Award 2018, Wali Kota Tri Rismaharini mewakili Surabaya dan Asia Tenggara menyampaikan presentasinya yang membahas bagaimana pertumbuhan Kota Pahlawan berasal dari era ke era yang tetap berinovasi menuju kota Sustainable Development Goals (SDGs).
Ia mengungkapkan, pada th. 2003, Surabaya mengalami masalah besar yaitu sampah. Selain itu, Surabaya dikenal sebagai kota yang panas, kering, dan kerap banjir selama musim hujan. Hampir 50 % berasal dari total wilayah Surabaya terendam air kala musim hujan pada kala itu.
“Mengatasi masalah ini, kami mengajak partisipasi penduduk yang kuat untuk bekerja bahu membahu bersama pemerintah kota didalam melaksanakan pengelolaan limbah. Karena kami mempunyai masalah besar untuk diselesaikan, tapi bersama anggaran terbatas yang tersedia,” kata Risma.
Karena itu, pihaknya lantas menciptakan beragam macam program dan kebijakan untuk selesaikan masalah ini, sehingga tidak membebani anggaran lokal. Di antaranya mengajak penduduk untuk turut berperan dan juga bersama pemerintah mengatasi masalah sampah.
Warga jadi diajarkan bagaimana mengelolah sampah secara mandiri, yang berkonsep pada 3R (reuse, reduce dan recycle). “Partisipasi publik yang kuat jadi segi utama kesuksesan Kota Surabaya didalam mengatasi masalah sampah,” ujarnya.
Selain itu, wali kota perempuan pertama Surabaya ini menyampaikan, Pemkot Surabaya juga melaksanakan penanaman ribuan pohon untuk membuat 45.23 hektar hutan kota dan 420 taman kota yang tersebar di semua wilayah Kota Pahlawan. Pembangunan tidak cuma di pusat kota, tapi juga di daerah padat penduduk.
Sebagai hasilnya, penduduk mampu nikmati peningkatan indeks kualitas hawa dan air, kurangi volume limbah tempat tinggal tangga, kurangi daerah banjir berasal dari nyaris 50 % jadi cuma 2 sampai 3 persen. “Selain itu juga penurunan tingkat penyakit dan penurunan suhu kebanyakan 2 derajat celcius,” imbuhnya.

Usai menyampaikan presentasinya, beberapa finalis pun mengapresiasi paparan berasal dari Risma. Berkat keunggulan program-program Surabaya yang diapresiasi dan dianggap dunia tersebut, Kota Surabaya berhasil membawa penghargaan Online Popular City di The Guangzhou International Award 2018.
Penghargaan berikut diraih Surabaya berkat perolehan polling online lewat situs The Guangzhou International Award yang mendiami posisi teratas bersama jumlah pemilih paling banyak
Penghargaan untuk kota Surabaya sebagai Best City yang diinisiasi oleh lembaga pendidikan bahasa Inggris, EF Education First, disampaikan langsung oleh Johan Wilhelmsson, Management Advisor EF Education First, yang mewakili direksi dan manajelem EF kepada kepada Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini
Surabaya sebagai Best City udah dirilis didalam laporan EF English Proficiency Index (EF EPI) edisi ke-8 pada akhir th. lalu. Berdasarkan laporan penelitian EF EPI tersebut, Kota Surabaya merupakan kota yang mempunyai peningkatan nilai yang memadai vital didalam kapabilitas bahasa Inggris bersama skor 54.17 berasal dari pada mulanya skor 53.87 pada laporan EF EPI 2017.
Skor berikut menyatakan Surabaya pada level kecakapan moderate atau menengah, yang artinya warga kota Surabaya udah mampu berpartisipasi didalam pertemuan berkenaan bidang keahlian yang dikuasai, paham lirik lagu, dan melaksanakan korespondensi secara profesional perihal perihal atau bidang yang dikuasainya bersama gunakan bahasa Inggris.
Director of Corporate Affairs EF Indonesia, Juli Simatupang, mengatakan, pencapaian yang diraih oleh Kota Surabaya berikut sudah pasti dicapai lewat usaha dan usaha berasal dari beragam pihak.
“Baik pemerintah lewat kebijakan dan program-programnya, atau lembaga swasta yang turut berperan aktif didalam menunjang dan mendorong peningkatan kapabilitas bahasa Inggris, keliru satunya bersama kehadiran center-center kami di Surabaya, dan juga stimulus dan kapabilitas berasal dari warga kota Surabaya itu sendiri,” ungkap Juli.

Sementara, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, menyatakan, penghargaan yang diberikan oleh EF Education First kepada kota Surabaya sebagai Best City didalam peningkatan kapabilitas berbahasa Inggris itu jadi buah hasil yang sangat membanggakan baginya atas kesungguhan berasal dari semua pihak yang terlibat.
“Saya berterima kasih kepada semua pihak atas segala usaha dan usaha yang dijalankan untuk meningkatkan kapabilitas bahasa Inggris warga Surabaya,” kata Risma.
Menurut Risma, selama memimpin kota Surabaya, dia selalu mengupayakan untuk membawa Surabaya ke tingkat yang lebih tinggi, juga didalam perihal kapabilitas berbahasa Inggris. Beberapa usaha yang udah dijalankan adalah bersama beri tambahan pelatihan langsung bagi pemberi jasa, perawat, anak-anak muda untuk terlibat aktif didalam kegiatan pariwisata mengingat Surabaya udah banyak dikunjungi oleh wisatawan asing.
“Dengan mempunyai kapabilitas berbahasa Inggris yang baik, kami mampu bersama-sama mampu membawa Surabaya lebih maju kembali dan perihal ini sudah pasti juga akan mengangkat nama Indonesia di mata dunia,” tandas Risma.
Penganugerahan ini bukan cuman kinerja Risma sendiri. Bahkan, didalam pidato penerimaan UN-Habitat Scroll of Honour mengutarakan bahwa jajarannya membina penduduk yang tinggal di kampung atau perumahan untuk mengelola sampah organiknya bersama metode composting sederhana.
Sementara sampah anorganik dipilah dan dibawa ke bank sampah yang ada di kampung-kampung.
“Reduce, Reuse, Recycle adalah rancangan yang kami usung dan udah berhasil membuat perubahan mindset penduduk sehingga mereka sekarang menilai sampah sebagai barang berharga”, beber Wali Kota yang udah menjabat sejak 2010 ini didalam siaran pers,
Atas penghargaan yang di terima Risma, Duta Besar Republik Indonesia untuk Kenya, Soehardjono Sastromiharjo, menyatakan keberhasilannya tidak terlepas berasal dari karakter kepemimpinan Risma sendiri.
“Seorang pemimpin harus hands on, jangan di atas saja, tapi harus turun ke bawah, dan juga leadership through service,” ungkapnya.
Terkait perihal ini, sehari sebelum akan menerima penghargaan, Risma berkesempatan bertemu bersama 80 warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Kenya di Ruang Serbaguna KBRI, Nairobi, Kenya.
Dalam peluang ini, Risma menyampaikan presentasi perihal perubahan yang terjadi di Kota Surabaya, baik berasal dari segi pengelolaan anggaran, perbaikan layanan lazim dan infrastruktur, dan perubahan pola pikir penduduk jadi penduduk yang lebih independen dan produktif secara ekonomi.
“Presentasi Ibu Risma berkenaan pertumbuhan Kota Surabaya sangat informatif dan juga edukatif. Bu Risma sangat menginspirasi individu seperti saya yang udah lama berada di diaspora untuk suatu hari nanti bersumbangsih kepada negeri sendiri bersama kapasitas saya”, ungkap Dinka Basuki, keliru satu diaspora Indonesia yang udah tinggal selama lebih berasal dari 5 th. di Nairobi, Kenya.

“Momen yang paling menarik adalah saat kami semua berfoto dan ber-selfie ria bersama Bu Risma, udah ibarat jumpa pecinta seorang rock star,” tambahnya, girang.
The UN-Habitat Scroll of Honour adalah keliru satu penghargaan paling prestisius yang diberikan untuk pihak-pihak, baik individu, kota atau organisasi, yang udah menyatakan kepemimpinan dan kontribusi didalam meningkatkan kualitas kehidupan perkotaan dan berikan perhatian spesifik pada situasi kaum miskin dan telantar.

Para pemenang ajang penghargaan yang udah dijalankan sejak th. 1989 ini dinilai udah mendemonstrasikan praktek terbaik didalam memenuhi tujuan Sustainable Development Goal 11: Make cities and human settlement inclusive, safe, resilient and sustainable.

Selain Risma, terdapat 4 pemenang penghargaan lainnya, di antaranya Dr. Mona A. Serageldin (Institute for International Urban Development, Amerika Serikat), Isaac Muasa (Mathare Environmental Consevation Youth Group, Kenya), The Institute of Physical Planning, Kuba, dan Xuzhou City, China.
UN-Habitat sendiri adalah lembaga PBB yang berfokus pada program dan masalah pemukiman manusia dan pembangunan kota yang berkelanjutan.pencapaian dan penghargaan tri rismaharani