Tips Agar Balita Tidak Takut ke Dokter Gigi

tips agar balita tidak takut ke dokter gigi – Takut selagi mesti ke dokter gigi bisa dialami siapa saja, terhitung anak-anak, bahkan jikalau pengalaman pertamanya udah buruk. Namun jangan khawatir, ada beberapa cara yang bisa dijalankan sehingga anak tidak cemas ke dokter gigi.

Pengalaman jelek ke dokter gigi kerap berujung pada trauma berkepanjangan anak pada dokter gigi. Orang tua dan dokter gigi memainkan peran mutlak didalam membawa dampak kunjungan pertama anak ke dokter gigi menjadi pengalaman positif. Kecemasan yang ditunjukkan orang tua bisa “dideteksi” oleh anak, dan dokter gigi yang tidak ramah bisa menciptakan rasa cemas pada anak yang tak perlu.

Tips Agar Balita Tidak Takut ke Dokter Gigi

Jika anak membuktikan ketidaksukaan, bahkan kecemasan selagi diajak ke dokter gigi, Anda bisa melaksanakan cara-cara di bawah ini:
1. Perkenalkan anak bersama dengan dokter gigi sedini mungkin
Semakin awal anak dibawa berkunjung ke dokter gigi, semakin baik. “Ini akan berikan anak dental home (tempat anak terima perawatan gigi yang konsisten, komprehensif, dan penuh kasih sayang) yang mana kebutuhannya—apakah itu adalah kunjungan pencegahan berkala atau kunjungan darurat akan ditangani bersama dengan baik,” kata Rhea Haugseth, D.M.D., berasal dari American Academy of Pediatric Dentistry layaknya dikutip di Parents.
Menurutnya, selagi paling baik untuk memulainya adalah selagi si Kecil udah menginjak 1 th. atau saat gigi pertamanya udah terlihat.tips agar balita tidak takut ke dokter gigi
2. Jangan langsung melaksanakan tindakan
Menurut drg. Callista Argentina orang tua sebaiknya menjauhi langsung melaksanakan tindakan. “Agar anak tidak kecemasan dan histeris selagi ke dokter gigi, alangkah lebih baiknya orang tua berikan perumpamaan terlebih dahulu pada anak,” sarannya.
Orang tua bisa duduk di bangku pemeriksaan, selanjutnya minta dokter berpura-pura untuk memeriksa gigi. Kalau anak memandang orang tuanya tidak takut, selalu tenang, dan tidak menjadi cemas selagi dicek giginya, anak terhitung bisa setenang dan seberani orang tuanya,” sadar drg. Callista.
3. Lakukan tindakan minimal terlebih dulu
“Setelah memberi tambahan contoh, memberikan kesempatan kepada anak untuk mengenal alat-alat yang akan digunakan untuk memeriksa giginya terlebih dahulu. Pada langkah awal, biasanya dokter gigi akan memasukan kamera (intra oral camera) ke didalam mulut anak untuk mengambil gambar giginya.
Menurut drg. Callista, Anda bisa mengalihkan perhatiannya bersama dengan mengajaknya memandang layar di atas kepalanya, dan beri sadar bahwa giginya sedang difoto oleh dokter.
4. Bawa mainan favoritnya
Ciptakan keadaan yang relaks dan menyenangkan selagi berkunjung ke dokter gigi. Bila mungkin, bawa boneka atau mainan yang paling disayangi anak sehingga ia menjadi safe dan nyaman.
5. Jangan berkata yang tidak-tidak
Saat bersiap-siap mempunyai anak ke dokter gigi, terlebih untuk yang pertama kalinya, Anda tak mesti menceritakan detil yang tak perlu. Ini akan membawa dampak anak bertanya-tanya, dan memberi tambahan lebih banyak informasi jikalau perihal penambalan gigi yang bisa saja ia butuhkan bisa menimbulkan rasa cemas yang tak perlu.
Menceritakan pengalaman jelek yang dulu Anda alami selagi berkunjung ke dokter gigi mirip sekali bukanlah perihal yang tepat. Tetap bersikap positif selagi mendiskusikan kunjungan dokter gigi, namun jangan memberikannya harapan palsu.
“Hindari menjelaskan bahwa semuanya akan baik-baik saja. Karena jikalau pada selanjutnya anak butuh perawatan gigi, ia akan kehilangan kepercayaan pada Anda dan dokter gigi,” kata Joel H. Berg, D.D.S., M.S., berasal dari Direktur Departemen Kesehatan Gigi di Rumah Sakit Anak Seattle kepada Parents.
6. Dampingi anak
Selama proses pemeriksaan berlangsung, temani si Kecil di ruang pemeriksaan dokter gigi, sehingga anak lebih nyaman dan yakin diri, bahkan jikalau itu adalah kunjungan pertamanya. Jangan lupa untuk memberi tambahan pujian atas keberaniannya.
7. Bermain peran
drg. Wiena Manggala Putri turut menambahkan, bahwa Anda terhitung mesti bermain peran bersama dengan anak sebelum akan membawanya ke dokter gigi, sehingga anak tidak atau canggung selagi udah berada di ruang pemeriksaan.
“Anda bisa berpura-pura menjadi dokter, sedang anak menjadi pasien. Berikan informasi perihal prosedur apa saja yang biasa dijalankan dokter gigi, selagi sedang berada di kursi pasien. Setelah itu, Anda terhitung bisa bergantian peran sehingga anak terhitung turut merasakan menjadi seorang dokter gigi yang sedang menjaga pasiennya, ” papar drg. Wiena.
8. Jangan menyogok anak
Banyak pakar yang tidak merekomendasikan menjanjikan anak suguhan istimewa jikalau berperilaku baik di klinik gigi. Melakukannya hanya akan menambah kekhawatirannya.
Mengatakan,”Kalau kamu tidak rewel atau tidak menangis, nanti akan dibelikan permen,” bisa membawa dampak berpikir, “Apa, ya, yang mengerikan berasal dari dokter gigi yang membuatku menghendaki menangis?”
Menjanjikan hadiah yang manis-manis terhitung bisa buat anak bingung sesudah dokter gigi mengedukasinya untuk menjaga kesehatan dan kebersihan gigi bersama dengan menjauhi makanan manis yang bisa buat gigi berlubang. Daripada menyogok anak bersama dengan hadiah, bahkan bersama dengan makanan atau minuman manis, puji ia jikalau bersama dengan memberi tambahan stiker atau mainan kecil sebagai dorongan.
Jangan jenuh mengingatkan anak perihal pentingnya kebersihan mulut
Ajarkan anak bahwa berkunjung ke dokter gigi adalah sebuah kebutuhan, bukan pilihan, dan dokter gigi gigi akan menopang menjaga gigi anak sehingga selalu sehat dan kuat. Anda bisa saja terhitung mesti menjelaskan bahwa dokter bisa menghindar gigi anak menjadi berlubang dan menegaskan para pasiennya punyai senyum yang indah.
Selain itu, jadilah perumpamaan yang baik. Misalnya bersama dengan menjaga gigi bersama dengan baik di rumah dan juga tidak malas (apalagi mengungkap ketakutan) untuk cek gigi rutin tiap 6 bulan sekali.
Rasa cemas anak pada dokter gigi sesungguhnya adalah perihal yang wajar, namun tidak boleh berkepanjangan. Sebab jikalau dibiarkan berjalan terus menerus, kecemasan ini bisa berlanjut hingga dewasa dan membuatnya enggan ke dokter gigi, baik untuk pemeriksaan rutin maupun saat giginya bermasalah.

Jika anak menampik untuk pergi ke dokter gigi, orang tua tidak boleh menurutinya begitu saja. Bagaimanapun, kesehatan anak mesti diperhatikan, terhitung kesehatan giginya. Oleh karena itu, Bunda dan Ayah sebaiknya memelajari cara untuk membawa dampak Si Kecil tidak cemas ke dokter gigi.
Memilih Dokter Gigi yang Tepat
Salah satu cara untuk membawa dampak sehingga anak tidak cemas ke dokter gigi adalah menentukan dokter gigi yang tepat. Sebab, tiap-tiap dokter gigi mempunyai cara dan tehnik sendiri untuk membawa dampak anak tidak cemas didalam merintis perawatan gigi.
Dokter gigi akan menjelaskan tahapan perawatan bersama dengan cara yang lembut dan ramah kepada anak. Dokter gigi terhitung akan memberi tambahan senyuman dan ekspresi kasih sayang didalam berkomunikasi bersama dengan anak sepanjang perawatan. Tidak hanya itu, kadangkala dokter gigi terhitung memakai alat bantu, layaknya boneka, didalam memberi tambahan penjelasan kepada anak.
Apabila anak menjadi nyaman dan puas bersama dengan dokter giginya, kecemasan anak tentu akan berkurang. Jadi, mutlak bagi orang tua untuk menentukan dokter gigi yang bisa membawa dampak anak menjadi tenang dan tidak takut.tips agar balita tidak takut ke dokter gigi
Peran Penting Orang Tua
Pengalaman tidak menyenangkan, rasa takut, atau cemas yang dialami orang tua selagi perawatan gigi bisa merubah tabiat anak saat ke dokter gigi. Oleh karena itu, orang tua mesti bersikap tenang dan santai selagi merintis pemeriksaan atau saat menceritakan pengalamannya selagi ke dokter gigi. Bila perlu, ajak Si Kecil selagi Bunda dan Ayah melaksanakan perawatan di dokter gigi, untuk membuktikan langsung kepadanya bahwa tidak ada yang mesti ditakuti.
Selain itu, ada beberapa perihal yang bisa dijalankan orang tua untuk menopang menangani kecemasan anak pada pemeriksaan di dokter gigi, yaitu:
• Berikan penjelasan kepada anak perihal betapa pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulutnya.
• Berikan deskripsi kepada anak bahwa dokter gigi adalah sosok yang baik dan bekerja untuk membantu.
• Ceritakan konsep perawatan yang akan di terima anak. Cukup jelaskan garis besarnya saja, tidak mesti secara detail.
• Pancing anak untuk menceritakan alasan
• Buatlah janji ke dokter gigi pada hari di mana anak memadai istirahat.
• Pastikan anak didalam keadaan kenyang selagi berkunjung ke dokter gigi, karena anak akan lebih rewel saat sedang lapar.
Agar anak tidak cemas ke dokter gigi, orang tua terhitung mesti menjauhi cerita atau kalimat yang menumbuhkan rasa cemas pada anak, jikalau menceritakan pengalaman yang tidak menyenangkan selagi ke dokter gigi atau memakai kalimat yang membawa dampak anak takut, layaknya suntik atau sakit.

Itulah cara-cara yang bisa Anda melaksanakan sehingga anak tidak cemas ke dokter gigi—baik itu merupakan kunjungan pertama atau kunjungan kedua yang sebelumnya anak mengalami pengalaman buruk. Selamat mencoba!tips agar balita tidak takut ke dokter gigi