Tips Merawat Bayi Pilek dan Demam

tips merawat bayi pilek dan demam – Memberikan obat pilek tradisional untuk bayi ketika si Kecil mengalami batuk pilek mampu menjadi pilihan yang tepat. Pasalnya, pilek dan batuk pada bayi tidak mampu diatasi dengan sembarang obat-obatan yang dijual bebas di apotik, sebab berisiko miliki dampak samping yang berbahaya.

Tips Merawat Bayi Pilek dan Demam

Dalam satu tahun pertamanya, bayi mampu mengalami pilek hingga 7 kali yang sudah pasti mengganggu kala tidur dan kesehatannya. Ini sebab daya tahan tubuh si Kecil belum prima layaknya orang dewasa.
Oleh sebab itu, mutlak untuk diketahui cara menyembuhkan pilek pada bayi dengan obat tradisional maupun cara alami lainnya kegunaan meminimalisir risiko yang ada.
Obat pilek tradisional untuk bayi dan cara menangani pilek pada bayi secara alami
Cara menangani bayi pilek yang aman tidak benar satunya adalah dengan mengimbuhkan obat alami pilek pada bayi yang minim dampak samping berbahaya. Anda juga mampu menerapkan home treatment sebagai cara alami untuk menangani masalah pernapasan si Kecil. tips merawat bayi pilek dan demam
Simak 14 cara alami menangani pilek pada bayi berikut ini:
1. Obat yang Tepat
Obat-obatan yang dijual bebas tidak tetap tepat untuk menangani pilek pada bayi dan juga tidak disarankan untuk anak berusia di bawah 2 tahun. Anda mampu mengfungsikan cara alami untuk menangani pilek layaknya bantuan obat pilek tradisional untuk bayi atau home treatment sebagai solusi utama.
2. Perbanyak Cairan
Air dapat mengencerkan lendir di hidung, sekaligus mencegah dehidrasi. Untuk bayi berusia di atas 6 bulan, Anda mampu memenuhi cairan si Kecil dengan memberinya banyak air putih dan persentase air lainnya berasal dari buah dan sayur sebagai makanan pendamping ASI.
Sedangkan untuk bayi berusia di bawah 6 bulan, perbanyak asupan ASI atau susu formulanya untuk memenuhi cairan si Kecil kala pilek. Selain itu, hindari jus atau air soda yang punya kandungan banyak gula. Perhatikan juga warna urine untuk menegaskan asupan air untuk bayi kala pilek telah lebih berasal dari cukup.
3. Sedot Lendir
Bayi pilek dapat mengalami ada masalah bernafas jikalau hidung tersumbat. Siasati dengan alat sedot ingus khusus bayi yang mampu Anda dapatkan dengan mudah di apotik atau toko bayi. Pastikan alat dan tangan Anda telah bersih dan juga mengfungsikan alat berikut dengan hati-hati cocok aturan.
4. Cairan Saline
Mencuci hidung dengan cairan saline khusus bayi mampu dikerjakan untuk mengencerkan lendir di hidung. Baringkan bayi lalu semprotkan cairan cocok dosis yang disarankan (sekitar 2-3 tetes). Pemberian cairan ini mampu membantu lendir mengalir keluar secara alami, sehingga bayi mampu bernapas lebih lega. Cairan ini mampu dibeli dengan bebas di apotek dan aman digunakan untuk bayi yang berusia di bawah 6 bulan.
5. Atur Posisi Tidur
Saat bayi pilek, Anda boleh menambah posisi tidur pada bagian kepalanya, seumpama tempatkan gulungan handuk di bawah bantal. Ini dapat membantu jalur pernafasan sebab daya gravitasi dapat menurunkan cairan ingus.
6. Minuman atau Sup Hangat
Jika bayi pilek telah memasuki era MPASI, sajikan sup ayam hangat sebab nutrisi yang dikandungnya mampu menangani pilek pada bayi, sekaligus mengencerkan dahak dan jalur pernafasan.
7. Bantuan Alat Humidifier
Kadar kelembapan ruangan dapat membantu menangani pilek pada bayi, juga batuk dan hidung tersumbat. Untuk melembapkan ruangan, Anda mampu mengfungsikan alat pelembap hawa atau humidifier. Udara yang lembap dan tidak kering dapat membantu melegakan pernapasan si Kecil dan membuatnya tidur lebih nyenyak. Saat mengfungsikan alat ini, pastikan alat humidifier bersih dan jauh berasal dari jangkauan bayi.
8. Beri Uap Alami
Jika hidung bayi tersumbat, hangatkan kamar mandi dengan cara mengakses air panas sehingga suhu dan uap hawa naik. Bawa bayi ke di dalam kamar mandi sepanjang 10-15 menit untuk menghangatkan dan menenangkannya.
9. Jauhi berasal dari Polutan
Polutan layaknya asap rokok mampu memperparah iritasi pada hidung dan tenggorokan. Jauhi bayi berasal dari kepulan asap rokok.
10. Banyak Istirahat
Tidur adalah kunci untuk imunitas tubuh yang kuat. Tidur yang cukup mampu membantu menangani pilek pada bayi, apalagi jikalau dilengkapi dengan dekapan hangat berasal dari orang tua.
11. Mandikan dengan Busa
Memandikan bayi dengan busa dan air yang sedikit hangat mampu menjadi sistem kompres sekaligus memicu bayi rileks. Hindari air dingin, es, atau alkohol kala mandi.
12. Menu Padat Gizi
Pastikan menu makanan bayi tetap bergizi layaknya protein, sayur-sayuran, dan lemak baik. Jika bayi pilek tetap di dalam era MPASI, ASI mampu menjadi senjata ampuh untuk menangani pilek pada bayi.
13. Madu
Jika anak telah berusia lebih berasal dari 1 tahun, madu mampu menjadi cara untuk meredakan batuk di malam hari. Studi tunjukkan jikalau 1 sendok teh madu sebelum saat tidur mampu memicu anak tidur tanpa dirundung batuk. Pastikan anak telah lewat umur 1 tahun untuk hindari penyakit botulisme. Selain madu, Anda juga mampu mengfungsikan bahan alami lainnya layaknya jeruk nipis hingga lemon untuk anak yang telah berusia 1 tahun ke atas.
14. Hubungi Dokter
Pilek bayi tidak kunjung pulih meskipun telah coba cara-cara alami yang dianjurkan? Segera hubungi dokter jikalau bayi pilek berusia di bawah 3 tahun, demam di atas 37 celcius, rewel, dan tidak mau minum. Untuk anak balita, langsung hubungi dokter seumpama ada keluhan sakit pada telinga, persoalan pernafasan, batuk lebih berasal dari 1 minggu, dahak lebih berasal dari 10-14 hari, dan demam di atas 37 celcius sepanjang 3 hari berturut-turut.
Penyebab bayi pilek
Setelah paham apa saja cara alami dan obat pilek tradisional untuk bayi, ketahui juga penyebab pilek pada bayi sehingga suasana sama tidak terulang. Adapun sejumlah segi yang mampu menambah risiko bayi pilek di antaranya seperti:
Perubahan cuaca
Alergi
Terpapar hawa kotor layaknya asap rokok dan polusi dan juga hawa kering dan dingin
Infeksi virus
Memberikan obat untuk anak di bawah 4 tahun tanpa resep dokter bukanlah cara menyembuhkan pilek pada bayi yang dianjurkan. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga tidak memberi saran pemakaian antibiotik untuk bayi pilek dan batuk.
Oleh sebab itu, atasi pilek dan batuk si Kecil dengan cara yang alami layaknya bantuan obat pilek tradisional untuk bayi daripada mengimbuhkan obat-obatan tanpa resep dokter. Jika gejala pilek dan batuk bayi tidak kunjung membaik dan disertai demam hingga sulit bernapas, maka jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.
Bayi mudah banget diserang flu. Sampai umur 1 tahun, ia barangkali mampu mengalami lebih berasal dari delapan kali sakit. Apalagi di kala cuaca yang tidak menetu layaknya belakangan ini. Mengapa begitu ya?
Kenali Penyebabnya
Bayi mudah banget flu sebab sistem imun tubuh mereka belum siap menggempur kuman.
Asal Mama tahu, ada lebih berasal dari 100 type virus yang mampu memicu flu. Virus menyebar melalui udara. Ketika seseorang batuk atau bersin, barangkali sekali percikan liurnya yang punya kandungan virus terbang dan terhirup oleh bayi, apalagi mereka tetap suka memasukan benda-benda ke mulut.
Bayi yang dititipkan di daycare atau lingkungan tempat tinggal dengan banyak orang, dapat lebih mudah mengalami flu.tips merawat bayi pilek dan demam

Gejala
Mengutip artikel di web webMD, bayi dapat menjadi flu setelah 1-3 hari terinfeksi virus. Gejala flu pada bayi:

– Hidung gatal dan mampat,
– beringus, awalannya ingus dapat berwarna bening sesudah itu berubah menjadi kuning atau hijau,
– bersin,
– batuk,
– rewel,
– keluar lelah,
– nafsu makan menurun,
– ada masalah tidur,
– demam,
– diare,
– muntah.
Note: Biasanya flu dapat berjalan 7-10 hari.
Perawatan dan Pengobatan
Flu tidak mampu diobati dengan antibiotik. Antibiotik membunuh bakteri kala flu berasal berasal dari virus. Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat (Food Drugs Administration-FDA), melarang orangtua mengimbuhkan obat batuk dan flu yang mampu dibeli bebas di apotik. Alasannya, obat bebas berikut tidak efisien untuk anak di bawah umur 4 tahun dan jadi dapat mengimbuhkan dampak buruk.
Tetapi tentu saja, Mama mesti meredakan demam Si Kecil. Jika Si Kecil telah berusia 6 bulan ke atas, mengfungsikan obat pereda demam yang punya kandungan asetaminofen atau ibuprofen. Jangan pernah mengimbuhkan Si Kecil obat demam yang punya kandungan aspirin untuk hindari risiko sindrom Reye.
Mama mampu membantu si Kecil meredakan demamnya dengan:
– Memberikan cukup banyak cairan. Untuk bayi di bawah 6 bulan, berilah ASI sesering mungkin. Jika si Kecil telah di atas 6 bulan, ia mampu minum air putih atau jus buah. Cairan mencegah dehidrasi dan memicu mulut dan juga hidungnya tetap lembap sehingga lebih nyaman.
– Semprotkan cairan garam dan keluarkan lendirnya. Jika si Kecil ada masalah bernapas, semprotkan cairan garam (bisa dibeli di apotik) ke tiap-tiap lobang hidung. Cairan garam memicu ingus cair dan mudah dikeluarkan. Mama mampu memicu cairan garam sendiri dengan memakai air matang. Resepnya: Campurkan ¼ sendok teh garam non iodium dan 1/8 sendok teh baking soda dengan satu gelas air matang. Aduk rata hingga seluruh larut.
– Lembapkan ruangan. Udara kering dapat menyiksa si Kecil. Gunakan alat pelembap hawa (humidifier) untuk meringankan gejala flu si Kecil. Jika tidak miliki alat itu, mengfungsikan uap berasal dari air panas.

Pencegahan
Flu hampir tidak barangkali mampu dicegah, apalagi ketika cuaca sedang tidak paham layaknya kala ini. Tetapi Mama mampu mengurangi risiko bayi terkena virus flu dengan cara:

– Menjauhkan si Kecil berasal dari orang yang sedang terkena flu,
– tidak mempunyai si Kecil pergi ke tempat-tempat remain,
– mencuci tangan sebelum saat memegang bayi,
– mencuci mainan-mainan si Kecil,
– melarang orang lain memakai peralatan makan dan handuk si Kecil,
– berharap orang yang mengasuh si Kecil untuk mengfungsikan masker dan menutup mulut bersin dengan siku atau menyingkirkan ingus dengan tisu,
– hindari si Kecil berasal dari asap rokok.
Tanda untuk Segera Ke Dokter
Bayi di bawah umur 3 bulan mesti dibawa ke dokter jikalau tunjukkan gejala flu sebab barangkali saja ia terkena pneumonia atau radang telinga, atau penyakit lain yang lebih benar-benar yang gejalanya sama flu. Jika si Kecil telah berusia di atas 3 bulan, Mama mesti mebawanya ke dokter jika:

– Demam lebih berasal dari 39ºC,
– sesak napas,
– tidak mau makan dan minum,
– tunjukkan gejala dehidrasi, seumpama tidak pipis sepanjang beberapa jam,
– tidur amat lama dan lemas,
– jikalau telah mengalami flu lebih berasal dari seminggu.tips merawat bayi pilek dan demam